Selasa, 17 Maret 2015

Ga harus jadi dokter kok... :)


            Berawal dari mimpi sewaktu aku kanak-kanak jika besar nanti seusai lulus SMA aku ingin melanjutkan ke fakultas ilmu kedokteran. Yaa kedokteran dunia medis dan kesehatan yang sangat aku sukai. Bersama-sama para ahli medis membantu masyarakat dalam pengobatan gratis , pemeriksaan bedah oprasi gratis, angan-angan itu semakin kuat dengan niat belajar yang tinggi. Alhasil tak sia-sia prestasipun ku dapat, sampai seorang guru menyarankan padaku kamu nanti lanjut kuliah di kedokteran ajah potensimu disitu. Kata-kata itu menambah semangatku dalam mencapai cita-cita ku ini. Aku ingin sepertinya ,  seperti ayah yang bergelut di dunia medis kesehatan. Aku ingin sepertinya Tuhan... :)
                Ujian masuk perguruan tinggi aku ikuti, ku pilih 2 Universitas Negri di Daerah Jawa Tengah, karna aku masih tetap ingin dalam pengawasan orangtua ingin selalu dekat dengan mereka , dan bisa ketemu si kecil adik ku yang baru berusia 2 tahun kapan pun aku mau aku bisa pulang tanpa harus menghabiskan waktu yang lama. Hasil SBMPTN 2014 keluar, “ Selamat anda di terima di fakultas kedokteran – solo”. Sontak aku kaget senang tapi sedih berkecamuk dalam diri ku. “Aku di terima di fakultas kedokteran alhamdulillah, tapi solo jauhh dari orangtua dan adikku aku ga mau jauh dari mereka”. Sautku dalam batin. Ayah ku mendukung “tak apa jauh hanya untuk 4 tahun kedepan jangan sia-siakan kesempatan” katanya. Tapi ibu ku “fikir ulang itu jauh kamu pasti jarang pulang, waktu yang kamu butuhkan untuk pulang ke rumah harus kamu lewati berjam-jam, kurang waktu mu bila hanya libur dua atau tiga hari untuk di rumah hanya lelah di perjalanan.” Aku bingung mereka punya dua pendapat yang berbeda. Ku pasrahkan semuanya kepada-Nya dan pada akhirnya aku membatalkan masuk di fk – solo. Cita-cita ku.. :(
                Entah apa yang harus aku lakukan penerimaan mahasiswa baru sebentar lagi usai tahun ini. Dimana aku harus mendaftar sedangkan pendaftaran untuk masuk FK hanya ada jalur mandiri itu membutuhkan biaya banyak ga mungkin aku menyusahkan mereka karna cita-citaku ini. Ambisi dan keinginan itu masih ada kenapa aku mengundurkan di FK – solo . ah sudahlah, ikuti perkataan ibu pasti baik kedepannya InsyaAllah :) padhe ku telfon dan menanyakan bagaimana perkembangan ku akan kuliah dimana. Aku bingung menjawab apa, padhe ku menyarakkan ku masuk ke Fakultas Teknik Telekomunikasi, sontak aku terdiam dan bertanya-tanya apa itu?? Fakultas teknik telekomunikasi?? Jauh sekali dari angan ku tentang kedokteran seperti tidak ada hubungannya sama sekali.
                Hari rabu bulan agustus aku , kedua orangtua ku , adik , serta om ku pergin purwokerto dan mendatangi kampus yang nantinya aku belajar disana. STT Telematika Telkom.
                                                    
                                                              ***
Beberapa bulan sudah aku menjadi anak teknik, semester dua tak terasa sedang ku jalani :). Belajar disini mengenal teman-teman seperjuangan yang ternyata baik padaku. Disini aku seperti mendapatkan sahabat baru yaa kalian :) . Dari sini aku belajar hidup keras , hidup bukan sekedar main-main saja tapi juga harus serius belajar menatap masa depan yang lebih baik untuk kedepannya bisa membuat bangga kedua orang tua yang membesarkan kita sedari kecil :)
                Begitu banyak tugas dan materi-materi yang sama sekali ga aku mengerti sebelumnya terus berusaha sampai aku bisa. Sakitpun bukan menjadi halangan untuk mengejar deadline. Enjoy dan happy aja dalam menjalaninya . dan satu lagi ikhlas , terus berusaha , bersyukur, pantang menyerah semuanya akan menjadi sesuatu yang indah di kemudian hari . percaya itu semua akan terbayarkan 3 tahun kedepan – 6 semester lagi yaa semangat :D
                                                                                              
                                                                       ***
Dan ternyata yang baru ku sadari , ga harus jadi dokter kok :) aku bahkan nantinya berencana membuat alat-alat medis yang bahkan bukan hanya membantu masyarakat dalam pengobatan mereka tapi juga membantu dokter dalam melaksanakan tugasnya. Sungguh tak pernah terbayangkan semuanya mengalir dengan sendirinya. Semua atas izin Allah dan doa dari kedua orangtua yang menyayangi kita. Barakallah :)

                                                          ***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar