Berawal dari mimpi sewaktu aku kanak-kanak jika besar nanti seusai lulus SMA
aku ingin melanjutkan ke fakultas ilmu kedokteran. Yaa kedokteran dunia medis
dan kesehatan yang sangat aku sukai. Bersama-sama para ahli medis membantu
masyarakat dalam pengobatan gratis , pemeriksaan bedah oprasi gratis,
angan-angan itu semakin kuat dengan niat belajar yang tinggi. Alhasil tak
sia-sia prestasipun ku dapat, sampai seorang guru menyarankan padaku kamu nanti
lanjut kuliah di kedokteran ajah potensimu disitu. Kata-kata itu menambah
semangatku dalam mencapai cita-cita ku ini. Aku ingin sepertinya ,
seperti ayah yang bergelut di dunia medis kesehatan. Aku ingin sepertinya
Tuhan... :)
Ujian masuk perguruan tinggi aku ikuti, ku pilih 2 Universitas Negri di Daerah
Jawa Tengah, karna aku masih tetap ingin dalam pengawasan orangtua ingin selalu
dekat dengan mereka , dan bisa ketemu si kecil adik ku yang baru berusia 2
tahun kapan pun aku mau aku bisa pulang tanpa harus menghabiskan waktu yang
lama. Hasil SBMPTN 2014 keluar, “ Selamat anda di terima di fakultas kedokteran
– solo”. Sontak aku kaget senang tapi sedih berkecamuk dalam diri ku. “Aku di
terima di fakultas kedokteran alhamdulillah, tapi solo jauhh dari orangtua dan
adikku aku ga mau jauh dari mereka”. Sautku dalam batin. Ayah ku mendukung “tak
apa jauh hanya untuk 4 tahun kedepan jangan sia-siakan kesempatan” katanya.
Tapi ibu ku “fikir ulang itu jauh kamu pasti jarang pulang, waktu yang kamu
butuhkan untuk pulang ke rumah harus kamu lewati berjam-jam, kurang waktu mu
bila hanya libur dua atau tiga hari untuk di rumah hanya lelah di perjalanan.”
Aku bingung mereka punya dua pendapat yang berbeda. Ku pasrahkan semuanya kepada-Nya
dan pada akhirnya aku membatalkan masuk di fk – solo. Cita-cita ku.. :(
Entah apa yang harus aku lakukan penerimaan mahasiswa baru sebentar lagi usai
tahun ini. Dimana aku harus mendaftar sedangkan pendaftaran untuk masuk FK
hanya ada jalur mandiri itu membutuhkan biaya banyak ga mungkin aku menyusahkan
mereka karna cita-citaku ini. Ambisi dan keinginan itu masih ada kenapa aku
mengundurkan di FK – solo . ah sudahlah, ikuti perkataan ibu pasti baik
kedepannya InsyaAllah :) padhe ku telfon dan menanyakan bagaimana perkembangan
ku akan kuliah dimana. Aku bingung menjawab apa, padhe ku menyarakkan ku masuk
ke Fakultas Teknik Telekomunikasi, sontak aku terdiam dan bertanya-tanya apa
itu?? Fakultas teknik telekomunikasi?? Jauh sekali dari angan ku tentang
kedokteran seperti tidak ada hubungannya sama sekali.
Hari rabu bulan agustus aku , kedua orangtua ku , adik , serta om ku pergin
purwokerto dan mendatangi kampus yang nantinya aku belajar disana. STT
Telematika Telkom.
***
Beberapa
bulan sudah aku menjadi anak teknik, semester dua tak terasa sedang ku jalani
:). Belajar disini mengenal teman-teman seperjuangan yang ternyata baik padaku.
Disini aku seperti mendapatkan sahabat baru yaa kalian :) . Dari sini aku
belajar hidup keras , hidup bukan sekedar main-main saja tapi juga harus serius
belajar menatap masa depan yang lebih baik untuk kedepannya bisa membuat bangga
kedua orang tua yang membesarkan kita sedari kecil :)
Begitu banyak tugas dan materi-materi yang sama sekali ga aku mengerti
sebelumnya terus berusaha sampai aku bisa. Sakitpun bukan menjadi halangan
untuk mengejar deadline. Enjoy dan happy aja dalam menjalaninya . dan satu lagi
ikhlas , terus berusaha , bersyukur, pantang menyerah semuanya akan menjadi
sesuatu yang indah di kemudian hari . percaya itu semua akan terbayarkan 3
tahun kedepan – 6 semester lagi yaa semangat :D
***
Dan ternyata
yang baru ku sadari , ga harus jadi dokter kok :) aku bahkan nantinya berencana
membuat alat-alat medis yang bahkan bukan hanya membantu masyarakat dalam
pengobatan mereka tapi juga membantu dokter dalam melaksanakan tugasnya.
Sungguh tak pernah terbayangkan semuanya mengalir dengan sendirinya. Semua atas
izin Allah dan doa dari kedua orangtua yang menyayangi kita. Barakallah :)
***


